Ketika Yesus meninggalkan dunia ini, sudah ada orang-orang yang meneruskan misi dan pekerjaan-Nya. Mereka berhasil untuk pergi ke seluruh dunia untuk mengabarkan berita baik tentang apa yang telah dilakukan-Nya untuk semua orang. Kita bisa melihat banyaknya gereja yand didirikan sampai saai ini. Para murid-Nya berhasil menjadi pemimpin-pemimpin rohani yang luar biasa.
Yesus tidak punya sekolah kepemimpinan. Dia hanya memanggil dan memilih orang untuk hidup bersama Dia dengan menjadi murid-murid-Nya. Pemimpin masa depan yang menyeruskan dan mengembangkan misi-Nya dipilih dari para mudid tersebut. Dari dua belas orang, satu gagal untuk lulus.
Saya berharap para pemimpin gereja memahami pola ini. Yesus tidak sekedar mengajarkan prinsip-prinsip kepemimpinan lalu memilih orang yang lulus dengan nilai tertinggi sebagai penerusnya. Yesus memuridkan orang, lalu memilih penerus-Nya dan pemimpin masa depan dari para murid ini. Tidak ada pemimpin yang bukan murid, sehingga mereka pun mampun memuridkan orang lain.
Minggu, 10 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar