Minggu, 10 Mei 2009

Bagaimana Yesus memilih Pemimpin

Ketika Yesus meninggalkan dunia ini, sudah ada orang-orang yang meneruskan misi dan pekerjaan-Nya. Mereka berhasil untuk pergi ke seluruh dunia untuk mengabarkan berita baik tentang apa yang telah dilakukan-Nya untuk semua orang. Kita bisa melihat banyaknya gereja yand didirikan sampai saai ini. Para murid-Nya berhasil menjadi pemimpin-pemimpin rohani yang luar biasa.

Yesus tidak punya sekolah kepemimpinan. Dia hanya memanggil dan memilih orang untuk hidup bersama Dia dengan menjadi murid-murid-Nya. Pemimpin masa depan yang menyeruskan dan mengembangkan misi-Nya dipilih dari para mudid tersebut. Dari dua belas orang, satu gagal untuk lulus.

Saya berharap para pemimpin gereja memahami pola ini. Yesus tidak sekedar mengajarkan prinsip-prinsip kepemimpinan lalu memilih orang yang lulus dengan nilai tertinggi sebagai penerusnya. Yesus memuridkan orang, lalu memilih penerus-Nya dan pemimpin masa depan dari para murid ini. Tidak ada pemimpin yang bukan murid, sehingga mereka pun mampun memuridkan orang lain.

Pemuridan gaya Kristus

Dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun waktu pelayanan Yesus Kristus hanya tercatat kurang dari 90 kali pelayanan publik-Nya. Apakah aktifitas utama-Nya? Dia hampir selalu hidup bersama dengan para murid-Nya.

Yang pertama Dia lakukan adalah memilih. Ada dua belas murid terpilih untuk menjadi murid yang termasuk lingkaran dalam. Mereka selalu bersama-sama. Kemana dan dimana saja Dia pergi, Dia mengajari murid-murid itu cara hidup sebagai pengikut-Nya. Ada juga tujuh puluh murid yang menjadi pengikut setia, tetapi tidak selalu sempat untuk berada di samping-Nya. Yang kedua ini tidak dipilih.

Keduabelas murid-Nya itu tidak saja mendengar pengajaran langsung dari Kristus, tetapi juga melihat langsung prilaku-Nya, perkataan-Nya, reaksi-Nya dan emosi-Nya. Dia mengajari mereka cara hidup baru dengan menunjukkannya secara langsung. Bagi Yesus pemuridan itu "relasional". Dia tidak mengajar di mimbar, tetapi mengajar melalui hubungan yang erat dengan para murid-Nya.

Sabtu, 09 Mei 2009

Menjadikan Murid

Yesus sudah menyelesaikan tugas dari Bapa-Nya menyediakan Diri-Nya sebagai JALAN KESELAMATAN untuk setiap orang yang percaya. Dia bersiap-siap meninggalkan murid-muridnya dengan misi besar untuk menyebarkan berita baik ini ke seluruh dunia. Inilah detailnya

Mat 28:18-20
(18) Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Segala kuasa (otoritas tertinggi) yang pernah ada dan akan selalu ada, sudah di tangan Yesus. "Karena itu"- dengan kuasa yang luar biasa itu, Dia memberikan perintah kepada para pengikut-Nya, 'pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku'. Perintah itu diberikan dengan kuasa. Bukan sekedar permintaan dan permohonan, tetapi perintah dari "orang" yang berkuasa.

Kita menjadi pengikut Kristus dengan cara meresponi panggilan-Nya, 'Marilah' (datanglah, ikutlah)- lihat artikel sebelumnya-lalu dibaptis, sebagai tanda lahiriah sebagai pengikut Kristus. Tetapi tidak berhenti disitu. ada tugas besar yang mengikuti undangan ini yaitu 'pergi' untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Jangan puas hanya sebagai anggota Gereja dengan melakukan kewajiban beribadah setiap Minggu dan hanya itu saja. Mari kita jadi murid dan membantu orang lain untuk menjadi murid seperti kita.

Apa arti seorang murid? Murid adalah pengikut Kristus yang telah diajari untuk dapat melakukan segala sesuatu -semua- yang (telah) diperintahkan oleh Yesus sendiri kepada kita - melalui Firman-Nya. Bukan sekedar tahu dan pintar tentang pengetahuan agama, tetapi ada transformasi hidup. Kalau dulunya melakukan kehendak kita sendiri, sekarang kehendak kita adalah menyenangkan Yesus yang mengasihi kita dengan mengikuti perintah-Nya.

Ayo kita lakukan. Ketika kita melakukannya, jadi murid dan memuridkan orang lain, tahukah apa yang akan terjadi?. Kita mengalami 'kehadiran' Kristus dalam hidup kita sampai akhir zaman.

Undangan untuk Jalan Sama-Sama

Mat 11:28-30
(28) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Ini adalah undangan Yesus kepada setiap orang. Dia menggunakan kata-kata 'SEMUA yang letih lesu dan berbeban berat" Dan mungkin saja saudara sudah pernah merespons undangan ini dengan mengakui dan percaya bahwa Dia adalah Allah yang menjadi manusia untuk membereskan urusan dosa kita. Dia membayar lunas hutang-hutang dosa kita dengan mencurahkan darah-Nya (menyerahkan nyawa-Nya) di bukit Golgota dengan cara disalibkan. Lalu?

Kematiannya di atas kayu salib, mengangkat beban yang menekan hidup kita karena tumpukan dosa yang kita lakukan. Sekarang kita bebas. Sekarang kita lega. Disegarkan dari kelesuan.
Kemungkinan, saudara yang membaca artikel ini sudah mengalami pembebasan dari beban dosa saudara, tetapi what next (apa selanjutnya) ?

(29) Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(30) Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Ternyata ada terusannya. Undangan "Marilah" ternyata bukan sekedar untuk "membuang sampah" yang kita kumpulkan dalam hidup ini. Ternyata itu hanya langkah pertama untuk menikmati sesuatu yang lebih memuaskan, yaitu undangan untuk berjalan bersama-sama Dia.

Kuk adalah gandar atau kayu yang menghubungkan dua ekor sapi atau lembu untuk membajak sawah. Ada hasil positif dari kolaborasi ini. Supaya bisa jalan lurus dua lembu itu harus "belajar" berjalan dengan irama yang sama. Kita diundang untuk berjalan bersama junjungan kita, Yesus Kristus, dengan cara belajar hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Caranya dengan mengikuti tuntunan dari Firman-Nya. Memperhatikan instruksi dan melakukannya. Mungkin tidak mudah, karena kuk itu juga beban, tetapi beban itu ringan karena kita mendapat kekuatan supranatural. Yesus tidak akan memberikan kuk yang akan mematahkan leher kita. Bersama Dia, kuknya enak dan ringan.

Jadi 'Marilah' , kita diundang untuk berjalan bersama-sama Dia. Dan undangan yang 'enak'. Ayo tunggu apa lagi.